Lapas Sekayu terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi warga binaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan skrining Tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS secara gratis bagi puluhan warga binaan, sebagai upaya deteksi dini penyakit menular sekaligus menjaga terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan kondusif, Jumat (17/07/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Lapas Sekayu dengan Puskesmas Balai Agung Sekayu. Sebanyak 26 warga binaan mengikuti pemeriksaan kesehatan yang meliputi skrining TBC dan HIV/AIDS, sebagai bagian dari program pemantauan kesehatan secara berkala di lingkungan lapas.
Kepala Lapas Sekayu, Aris Sakuriyadi, mengatakan bahwa, pemenuhan hak atas layanan kesehatan bagi warga binaan merupakan salah satu prioritas yang terus diperkuat. Menurutnya, deteksi dini menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit menular, sekaligus memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau dengan baik.
"Pelayanan kesehatan merupakan hak bagi setiap warga binaan. Melalui skrining ini, kami ingin memastikan kondisi kesehatan mereka dapat terpantau sejak dini, sehingga apabila ditemukan indikasi penyakit dapat segera ditindaklanjuti. Ini juga merupakan bentuk komitmen kami dalam menciptakan lingkungan lapas yang sehat, aman, dan bebas dari penyebaran penyakit menular," ujar Aris.
Dalam pelaksanaannya, tenaga kesehatan melakukan serangkaian pemeriksaan yang diawali dengan wawancara mengenai riwayat kesehatan. Selanjutnya dilakukan pengambilan sampel dahak untuk skrining TBC, pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan HIV/AIDS, serta pemberian konseling kepada peserta sebagai bagian dari edukasi kesehatan.
Sementara itu, Kasi Binadik dan Giatja, Fiqih Utama, menjelaskan bahwa, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga meningkatkan pemahaman warga binaan mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.
"Kami berharap, melalui kegiatan ini warga binaan semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Edukasi mengenai pencegahan penyakit menular juga kami berikan, agar mereka memiliki pengetahuan yang baik dalam menerapkan pola hidup sehat, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke masyarakat," tutur Fiqih.
